Pembinaan Pegawai lingkup BPDAS Serayu Opak Progo tahun 2011 Sultan Menghadiri Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Kabupaten Kulonprogo. Lahan Kritis di Kawasan Dieng Dpn Bogangin Banyumas SPAS Sadang SPAS Karangsari - SPAS Katongan

BPDAS Serayu Opak Progo

PENANANAMAN BERSAMA MENHUT DALAM FESTIVAL SERAYU KABUPATEN BANJARNEGARA

BANJARNEGARA – Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meminta masyarakat untuk menanam pohon di lahan kosong. Optimalisasi lahan dengan tanaman keras juga hendaknya dipadukan dengan komoditas pertanian lain. ”Ayo kita penuhi tanah dengan pohon, jangan biarkan ada lahan kosong. Setiap jengkal tanah ada manfaatnya, bisa ditanami kayu jati, sengon, atau buah-buahan,” katanya, saat kegiatan penanaman pohon bersama Ebiet G Ade dalam acara Banjarnegara Hijau, rangkaian Festival Serayu Banjarnegara 2013, Sabtu (31/8).

Menurutnya, selain ditanam dengan tanaman keras, lahan juga perlu dioptimalkan dengan tanaman pertanian atau hijauan sebagai sumber pakan ternak. Harapannya, selain hasil dari tanaman kayu, optimalisasi itu juga untuk mengurangi ketergantungan impor pangan. ”Bisa piara ternak sapi atau domba. Kita malu, daging impor, bawang impor. Ayo kita tanam sayur-sayuran, piara ternak agar bisa swasembada pangan,” katanya.

Diungkapkan, sejak menjabat sebagai Menteri Kehutanan 2009 lalu, kebijakan pertamanya yakni menghentikan permohonan izin penebangan kayu kecuali di hutan rakyat. Di sisi lain, pihaknya menggencarkan penanaman, baik di hutan maupun di lahan-lahan milik masyarakat.
”Kita menanam besar-besaran. Untuk menunjang penanaman ini, seluruh desa asal ada tempat untuk menanam, kita bantu dengan Program Kebun Bibit Rakyat (KBR),” tegasnya.

Rawan Longsor

Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemkab yang bertekad untuk menjadikan Banjarnegara sebagai kabupaten konservasi. Sementara itu penyanyi legendaris Ebiet G Ade yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, menjaga Sungai Serayu sama artinya menyelamatkan kehidupan. Jika sungai-sungai sudah kelihatan bebatuannya, artinya ada yang salah dalam memperlakukan alam.

Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo dalam sambutanya menyatakan, salah upaya untuk mewujudkan kabupaten konservasi dilakukan dengan cara mewajibkan setiap siswa baru untuk menanam satu pohon. Selain itu, komitmen untuk melestarikan lingkungan juga dituangkan dalam Perda Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. ”Banjarnegara menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki Perda DAS,” ujarnya.

Diakui, wilayah Banjarnegara yang berupa perbukitan memang rawan bencana longsor. Untuk itu, penanaman pohon diprioritaskan di lokasi tersebut. Penanaman juga dilakukan di kawasan tangkapan air untuk menjaga mata air. ” Selain untuk konservasi, masyarakat bisa mendapatkan keuntungan ekonomi tanpa menebang kayunya,” katanya.

Sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2013/09/01/235298

Festival Serayu Banjarnegara Diwarnai Aksi Penghijauan

Festival Serayu Banjarnegara 2013 yang  akan digelar kali pertama tahun ini, diwarnai aksi penghijauan atau penanaman pohon. Sasarannya adalah daerah aliran sungai (DAS) baik Serayu maupun Merawu.

”Banjarnegara hijau merupakan acara penanaman pohon yang dikemas dengan acara khusus. Kami berniat mendatangkan Ebiet G Ade dan rencananya akan dihadari Menteri Kehutanan. Wisatawan bisa ikut menanam pohon dan menikmati sajian seni yang ditampilkan karena ini bagian dari Festival Serayu Banjarnegara 2013,” kata Hadi Supeno, Ketua Umum Festival Serayu Banjarnegara 2013.

Festival Serayu Banjarnegara 2013, menurutnya, merupakan salah satu upaya untuk sosialisasi Perda DAS.  Ini agar masyarakat tahu bahwa selain mengambil manfaatnya, juga harus memelihara sungai

Kegiatan penanaman pohon yang dikemas dalam acara Banjarnegara Hijau, mendapat dukungan dari PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica Banjarnegara dan PT Geo Dipa Energi Unit Dieng.

Dua BUMN tersebut memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp 25 juta. Bantuan diserahkan oleh GM PT Indonesia Power UBP Mrica, Suparlan, dan GM PT Geo Dipa Energi Unit Dieng, Supriyadi Nata Marza kepada Wabup Hadi Supeno.

”Setelah Festival Budaya Dieng, kami juga mendukung acara Festival Serayu Banjarnegara 2013 dan penghijauan. Sebab, energi panas bumi atau geothermal tergantung juga pada resapan air untuk terus bisa memproduksi uap airnya sebagai pembangkit listrik,” kata Supriyadi Nata Marza.

Suparlan, GM PT Indonesia Power UBP Mrica, mengatakan, bantuan diberikan sebagai kepedulian dalam upaya menyelamatkan lingkungan. operasional pembangkit PLTA Soedirman bergantung pada ketersediaan air di waduk Mrica.

”Maka menjadi kewajiban kami turut menjaga ketersediaan air. Harapannya Festival Serayu dan Banjarnegara Hijau bisa menjadi media sosialisasi selamatkan DAS,” katanya

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_banyumas/2013/08/20/168855/Festival-Serayu-Banjarnegara-Diwarnai-Aksi-Penghijauan

Lokakarya Pengelolaan Hutan dan DAS Berbasis Masyarakat dalam Rangka Penanganan Kawasan Dieng

Wonosobo (23/12 2011). Bertempat di Hotel Kresna, Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo (BPDAS SOP) mengadakan Lokakarya dengan Tema Pengelolaan Hutan dan DAS Berbasis Masyarakat Dalam Rangka Penanganan Kawasan Dieng.

Lokakarya yang dibuka oleh Dirjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial (BPDAS PS) Kementerian Kehutanan dan Bupati Wonosobo ini, bertujuan untuk sinkronisasi program dan kegiatan secara terpadu dalam rangka penanganan kawasan dieng. Hadir dalam lokakarya ini adalah Bappeda dan Dinas terkait 6 Kabupaten yang memangku kawasan dieng (Batang, Kendal, Pekalongan, Temanggung, Banjarnegara, dan Wonosobo), Perhutani, PT Indonesia Power, Pakar Ahli Pengelolaan DAS, Bapeda dan Dinas terkait Provinsi Jawa Tengah, Tim Kerja Dieng Wonosobo dan Banjarnegara.

BPDAS Serayu Opak Progo – Read More…. »

Lokakarya Pembangunan Wilayah Berbasis Daerah Aliran Sungai

Forum Daerah Aliran Sungai Serang Progo Opak Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum DAS SPO Prov. DIY) pada tanggal 23 Desember 2010 menyelenggarakan Lokakarya dengan tema “Pembangunan Wilayah Berbasis DAS”. Lokakarya ini berlangsung di Hotel King’s Jl. Raya Wates Kulonprogo mulai pukul 09.00 WIB yang diikuti oleh 60 orang peserta dari unsur pemerintah, LSM dan dari organisasi masyarakat.

Dalam lokakarya ini panitia menghadirkan empat pembicara yang terdiri dari Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo DIY, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kulonprogo, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulonprogo dan dari Forum DAS SPO Provinsi DIY. Dalam lokakarya ini forum diskusi dipandu oleh moderator Ir. Sutarto (Kepala Bagian Rehabilitasi Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY).

BPDAS Serayu Opak Progo – Read More…. »

Kondisi DAS Pasca Erupsi Merapi

Gunung Api Merapi yang berada di tengah Pulau Jawa, tepatnya berada di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah dikenal sebagai gunung api teraktif di Indonesia. Daerah seputar Gunung Merapi dikenal juga sebagai daerah yang subur, pemandangan indah, hingga sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. Obyek wisata Kaliurang yang terletak di lereng Gunung Merapi sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai tempat yang indah dan nyaman untuk berlibur.

BPDAS Serayu Opak Progo – Read More…. »

Hari Menanam Pohon Indonesia

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan acara Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) pada hari Selasa (30/11) di Lapangan Pantai Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Hadir dalam acara tersebut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo, Kepala Dishutbun Provinsi DIY Ir. Ahmad Dawam, Kadis Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo Ir. Bambang Tri Budi Harsono, Kepala BP DAS SOP DIY  Ir. Bambang Priyono, M.Si, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab serta masyarakat.

BPDAS Serayu Opak Progo – Read More…. »